Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

10 NEW POST

Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks

GOOGLE TRANSLATE....

Minggu, 24 April 2016

Gaya Posisi Sex Berdiri Stand Up Dan 25 Modifikasi Posisi Sex Berdiri


Standing Up bukanlah sebuah posisi, melainkan penamaan yang diberikan untuk semua posisi seks yang dilakukan dengan berdiri. Pada posisi ini kedua belah pihak bisa aktif, tergantung dari pilihan posisi bercintanya. Hanya saja, kebanyakan posisi bercinta standing Up mengharuskan sang pria untuk aktif.

Posisi seks berdiri lebih banyak mengandalkan pria untuk menahan berat tubuh sang wanita. Ini karena kebanyakan posisi bercinta ini memposisikan wanita dalam keadaan merangkul pria yang berdiri dengan tangan dan kakinya. Sementara sang pria menahan bobot tubuh sang wanita dengan tangan dan bisa juga dengan bantuan tembok untuk menjepit tubuh wanita.

Gaya seks ini tidak sebaiknya diperagakan pada awal aktivitas bercinta karena terlalu banyak memakan tenaga, apalagi jika sang pria tidak terbiasa olahraga. Posisi berdiri ini diperlukan koordinasi yang baik antara kekuatan dengan keseimbangan tubuh.

Teknik ini sebaiknya dilakukan ketika Anda dengan pasangan melakukan seks spontan dan quickie. Saat melakukan posisi ini, Anda dapat berdiri dengan bersandar tembok maupun sisi tempat tidur. Posisi ini memungkinkan pasangan melakukan penetrasi lebih dalam serta dapat membuat Anda mencapai kepuasan yang tertinggi atau multiple orgasme

Sabtu, 23 April 2016

Dosen ITS Mengembangkan Alat Pendeteksi Gelatin Dari Babi


Pusat Kajian Halal (PKH) ITS mengembangkan alat deteksi gelatin babi dengan menggunakan sensor "quartz crystal microbalance" (QCM) yang diluncurkan dalam pencanangan Gerakan Masyarakat Halal Jawa Timur di Gedung Pascasarjana ITS, Surabaya, Kamis.

"PKH ITS akan menjadi PKH Nasional yang bergerak untuk membantu PKH di daerah, karena PKH ini lebih bersifat ibadah untuk membantu masyarakat di daerah guna mengetahui tingkat ke-halal-an gelatin dengan sensor QCM," kata Ketua PKH ITS Surabaya, Fredy Kurniawan.

Dosen kelahiran Cepu, 28 April 1974, menjelaskan alat ciptaannya itu sederhana dan merupakan modifikasi dari sensor SRS QCM 200 yang dihubungkan dengan personal computer (PC) dibantu dengan sensor untuk mendeteksi protein babi.

Ia menjelaskan PKH di Indonesia sudah dimulai oleh Universitas Brawijaya, ITB, UGM dan kampus lain. Bedanya, PKH ITS menggunakan alat yang lebih sederhana yakni alat deteksi gelatin babi dengan menggunakan sensor QCM.


"Hanya dengan memasukkan gelatin yang telah diekstrak (direndam dengan cairan HCL), kemudian disaring dan dimasukkan ke dalam tabung yang ada sensor QCM maka skala pengukur akan memberikan hasilnya, naik atau turun," katanya.

Dalam proses menggunakan alat ini, Fredy menjelaskan, sensor QCM harus diubah molekulnya dari sensor QCM standar menjadi sensor QCM selektif dengan gelatin babi.

Setelah itu, respons sensor QCM yang telah diubah akan menunjukkan frekuensi naik jika gelatin terbuat dari babi dan frekuensi turun ketika gelatin terbuat dari sapi pada layar monitor dengan skala 100-500 ppm (part permillion). 

"Selama lima menit proses gelatin dimasukkan ke dalam tabung berisi air dan sensor QCM, maka gelatin akan menempel pada sensor dan proses pengukuran akan terbaca pada monitor," katanya.

Fredy menyebutkan pihaknya melakukan penelitian dan uji coba alat deteksi gelatin babi dengan sensor QCM ini bersama Ari Nugroho, Rangga Aji Baskara, dan Laurentia Candle, yang merupakan alumni Jurusan Kimia ITS tahun 2015. 


Selain itu, ia menyampaikan ITS dalam penelitian menggunakan APBN berkala sebesar 24 Miliar yang dibagi ke-10 pusat studi penelitian yaitu Energi, Kelautan, Bencana, Lingkungan, Sains, Material, Alat teknologi dan sisanya untuk penelitian pengabdian masyarkat.

Ia menyampaikan permasalahan uji halal untuk UMKM dengan biaya nol rupiah, maka PT yang salah satunya ITS akan berusaha untuk membantu mewujudkan bersama Pemerintah.

Dalam hal ini, skema khusus untuk pembiayaan uji halal untuk produk UMKM diserahkan kepada Pemerintah dan ITS juga sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan untuk membiayai proses penelitian dalam PKH yang akan datang dengan memanfaatkan dana CSR perusahaan.

"Perusahaan memberikan kesempatan untuk menggunakan dana CSR mereka bekerja sama dalam pembiayaan PKH ITS, salah satunya Toyota yang telah menjalin kerja sama bersama kami," katanya.
Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KOMENTAR PENGUNJUNG

Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks