Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

NONSTOP 52 JAM MUSIK TRANCE-DANCE-EDM REMIX KARYA PARA DJ TERBAIK DI DUNIA SAAT INI.

GOOGLE TRANSLATE....

Saturday, February 17, 2018

Aku Adalah Diri Manusia Yang Sebenar-benarnya Diri Paling Dalam..


AKU ALLAH MAHA PENCIPTA DAN AKU DALAM DIRI MANUSIA. Yang saya bahas disini adalah AKU YANG SEBENARNYA DALAM DIRI MANUSIA YANG MEMILIKI SIFAT-SIFAT ALLAH.


AKU....

Siapa AKU ..

Perlukah kita mencari AKU...

Pentingnya AKU Dalam Diri Manusia...
“Aku Dalam Diri Manusia”

DAN AKU DALAM DIRI MANUSIA SEBAGAI UTUSAN ALLAH.

AKU adalah diri yang sebenar-benar diri (diri sejati).

AKU adalah ROHULLAH yang datangnya dari DZatullah.

Menyatakan akan Ujudullah.....

AKU lah yang dinamakan AMAR ROBBI Yaitu urusan Tuhan.

AKU yang hidup datangnya dari Yang Maha Hidup yang bersifat ghaib yang datang dari Yang Maha Ghaib. Tatkala DZatul Haq ingin menyatakan akan diri-Nya maka DIA (DZatul Haq) mentajallikan akan Nur-Nya yang dinamakan kini Rohullah atau AKU. Kini AKUlah yang nyata dan AKU merupakan sifat-Nya.


BadanManusia itu bila uraikan ada beberapa tingkatan:

Kita lihat Jasad manusia, di dalam jasad ada Hati,

Di dalam hati Ada ROH atau RUH,

Di dalam ROH ada NYAWA,

Di dalam ROH juga ada RASA,

Di dalam RASA ada ROH KUDUS atau Hati Nurani,

Di dalam ROH KUDUS ada NUR ALLAH

Di dalam NUR ALLAH ada RAHASIA ALLAH

Di dalam RAHASIA ALLAH ada “ AKU”



Jadi Aku alamnya paling ghaib atau paling dalam, lebih dalam dari alam bathin manusia. Dalam Budaya Jawa, Aku itu biasa di sebut guru sejati. Aku itu sebagai pembibing roh manusia menuju kebenaran. Dan sebagai sumber kesucian karena Aku memancarkan rasa suci yang abadi dan energi suci yang abadi, yang di gunakan untuk taat pada Allah dan berbuat baik di alam dunia.


Jiwa dan Nafs perlu didampingi dan diperkuat Aku yang memancarkan energi suci dan rasa suci supaya tidak dapat dikalahkan oleh Nafsu yang datang dari jasad manusia. Jika Jiwa dan Nafs manusia sudah tunduk dan patuh pada Nafsu yang datang dari Jasad maka akan mengubah karakter manusia menjadi jahat.


Cara paling cepat supaya Aku yang memiliki energi suci dan rasa suci medampingi kita ialah berpuasa dalam waktu yang lama dan taat pada agamanya serta banyak berbuat baik. Nanti Aku itu akan datang sendiri ke kita.

Dan jangat kaget bila bertemu dengan Aku, karena wajahnya sama dengan kita TAPI BADANNYA LEHER KE BAWAH BERCAHAYA SANGAT TERANG DAN SEJUK, BADANNYA SANGAT BENING LENTUR SEPERTI AIR TAPI BUKAN AIR.


Aku itu mengirim getaran-getaran kebenaran dan kesucian di sampaikan kepada Hati Nurani, dari hati nurani lalu di sampaikan ke kita tentang permasalan yang hadapi untuk jalan hidup di jalan yang benar, bisa juga getaran-getaran untuk pebuatan yang benar, baik dan suci.


Bisa juga kita bertanya tentang kebenaran, kebaikan dan kesucian dalam hati kita sendiri, Lalu muncul atau timbul dari hati nurani jawaban dari pertanyaan kita. Itu sebenarnya yang menjadi nara sumber adalah Aku yang memiliki energi suci dan rasa suci.


Aku yang memiliki energi suci dan rasa suci atau guru sejati layak dipercaya sebagai nara sumber kebenaran dalam hati kita, karena ia bersifat teguh tak pernah berubah dan memiliki sifat-sifat Tuhan.


Manusia Ke Alam Dunia Memikul AMANAH ALLAH

 
Pembaca yang Budiman Masyarakat Indonesia sekarang ini sebagian  sudah ketularan Faham Sekularisme padahal bagi masyarakat yang beragama kurang tepat, karena faham sekularisme hanya mengejar kesenangan dan keberhasilan dunia tanpa memikirkan alam akhirat tempat manusia sesudah mati. Didepan kita ada 2 jalur jalan : 1. Jalur jalan Sekularisme dan 2. Jalur berada di jalan Agama Allah. Bila kita berada di jalur jalan Agama Allah, bahwa hidup di dunia adalah melaksanakan AMANAH DARI ALLAH.


"Guru Sufi berkata: "Hatimu sekarang bersama Tuhanmu dan Tuhanmu bersama engkau, tidak jauh dari engkau, Ia mendekatkan engkau kepadaNya, dan mengenalkan engkau denganNya.".


Rasulullah SAW bersabda: "Firman Allah Ta'ala, Aku ini sebagaimana yang disangka oleh hambaKu, Aku bersama dia apabila ia ingat kepadaKu, apabila ia mengingatKu dalam dirinya, Akupun ingat padanya dalam diriKu, dan apabila ia mengingatKu dalam ruang yang luas, Aku pun ingat padanya dalam ruang yang lebih baik." (Hadis Qudtsi diriwayatkan oleh Bukhari).


Manusia datang dari Alam Tuhan, saat di alam Tuhan manusia ada persaksian bahwa bersedia melaksanan AMANAH ALLAH selama hidup di dunia, dan setelah kita hidup di dunia melaksanakan AMANAH yaitu menjalankan perintah ALLAH dan menjauhi Larangan ALLAH, rasanya kok beraaaaat kecuali bila kita mendapat RAHMAT ALLAH DAN TAUFIK HIDAYAH-NYA. PADAHAL SEMUA KITA SEMUA TAHU SUATU SAAT KITA AKAN KEMBALI KE TUHAN UNTUK DIMINTAI PERTANGGUNG JAWABAN SELAMA KITA HIDUP DI DUNIA TENTANG PELAKSANAAN AMANAH TERSEBUT.



Allah Ta'ala berfirman ...
"Wahai hamba ...
Engkau tiada memiliki sesuatu pun,
kecuali apa yang Aku kehendaki untuk menjadi milikmu ..
Tiada juga engkau memiliki dirimu,
Karena Akulah Maha PenciptaNya,
Tiada pula engkau memiliki jasadmu,
Maka Akulah yang membentukNya,
Hanya dengan pertolonganKu,
engkau dapat berdiri....
dan dengan "kalimah-Ku"
engkau datang ke dunia ini ..


Wahai hamba !...
Katakanlah TIADA NYATA HANYA ALLAH,
kemudian tegaklah berdiri di jalan yang benar,
maka tiada Tuhan melainkan Aku ..
dan tiada pula wujud sebenarnya wujud kecuali untuk-Ku,
dan segala yang selain daripadaKu,...
adalah dari buatan tanganKu
dan dari tiupan Ruh-Ku ..


Wahai hamba !...
Segala sesuatu adalah kepunyaanKu,
BagiKu dan untukKu,
Jangan sekali-kali engkau merebut apa yang menjadi kepunyaanKu ...
Kembalikan segala sesuatu kepadaKu,
niscaya akan Kubuahkan pengembalianmu dengan tangan-Ku,
dan Kutambah padanya dengan kemurahanKu,
Serahkan segala sesuatu kepadaKu,
niscaya Ku-selamatkan engkau dari segala sesuatu ..


Ketahuilah,...
bahwa hamba-Ku yang terpercaya adalah.......
yang mengembalikan segala yang selainKu kepadaKu,
Lihatlah dengan pandangan mata hati tajam kepada Ku,
bagaimana cara Ku melakukan pembagian,
niscaya engkau akan melihat pemberian dan penolakan
merupakan dua bentuk yang di-asma-kan,
agar dengan demikian engkau mengenalKu ..


Wahai hamba ! ...
Sesungguhnya engkau telah melihat Aku sebelum dunia terhampar
dan engkau mengenal siapa yang telah engkau lihat ..
dan kepadaKulah engkau akan kembali,
Kemudian Aku ciptakan sesuatu untukmu
dan Aku labuhkan tirai (hijab) atasmu ..
Lalu engkau pun tertutup dengan tirai dirimu sendiri
kemudian Aku menghijab engkau dengan diri-diri yang lain,
yang mana diri-diri yang lain itu menyeru kepadamu dan pada dirinya
dan menjadi penghijab daripadaKu,..


Setelah semuanya itu,..
maka Aku pun kembali menyata di balik semuanya itu,
dan dari belakang semuanya itu
Kuperkenankan akan diriKu;
Ku katakan kepadamu ...
Bahwasanya Akulah Maha Pencipta;
Akulah yang menciptakan kesemuanya itu
Aku menjadikan engkau khalifah atas semuanya itu
dan ketahuilah,...
bahwa kesemuanya itu adalah amanah pada sisimu,..
dan diharuskan kepada pengembalian amanah itu untuk
mengembalikannya,...


Maka telitilah dirimu setelah engkau mempercayaiKu,
sudahkah engkau mengembalikan segala sesuatu itu kepadaKu
dan sudahkah engkau memenuhi perjanjian melaksanakan amanah yang telah engkau buat denganKu ?"


"Dan barangsiapa yang menepati janjinya kepada Allah,
maka Allah akan memberinya pahala yang besar."
(Al-Fath:10).