Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

Doa Hamba Allah

GOOGLE TRANSLATE....

Friday, January 13, 2017

TUHAN ITU AKU - TAPI AKU BUKAN TUHAN - AKU HANYALAH HAMBA TUHAN - AKU DAN TUHANKU BERSATU TETAPI TIDAK MENYATU.

Mempelajari Ilmu Tasawuf.

AKU ini (Allah)..sebagaimana sabda rasulullah; “didalam tubuh anak cucu nabi adam ada segumpal daging, didalamnya ada hati, didalam hati ada buah hati, didalam buah hati ada nyawa,didalamnya ada nurullah didalamnya ada rahasia didalamnya ada AKU”.... 

KESIMPULANNYA : 
DI DALAM JASAD CUCU ADAM ADA HATI,

DI DALAM HATI ADA ROH DI DALAMNYA ADA NYAWA

DI DALAM ROH ADA RASA

DI DALAM RASA ADA ROH KUDUS ATAU HATI NURANI ROH SUCI

DI DALAM ROH KUDUS ADA NURULLAH

DI DALAM NURULLAH ADA RAHASIA ATAU SIR

DIDALAM RAHASIA ADA...AKU..

Dari situlah kita datang dan disitu pula kita kembali.
Maka kenalilah AKU sungguh-sungguh Muhammad bahwa, “Kita tidak berpisah”
AKU jadikan segala sesuatu karenamu, sedang engkau untuk-KU.
Muncullah engkau pada kenyataan, KU nyatakan engkau dan KU lindungi engkau.
 
“AL INSANNU SIRRI WA ANNA SIRRUHU”
artinya “Manusia itu rahasia-Ku dan Aku-lah rahasianya”

“AL INSANU SIRRI WASIARI SIFATI WASIFATI LA GAIRI” artinya “Insan itu adalah RahasiaKu, RahasiaKu itu adalah SifatKu, SifatKu itu tidak lain dari padaKu.


 1. Wafi ampusikum afala tubsirun artinya : Aku ada didalam jiwamu (hatimu) mengapa kamu tidak melihat (QS.ZARIAT 21).

2. Man Arafa Nafsahu Faqad Arafa Rabbahu artinya : Barang siapa mengenal dirinya dia akan mengenal Tuhan-nya.(Hadits Qudsi)

3. Fas’alu ahlaz zikri inkuntum latak lamun artinya : Bertanyalah kepada orang mempunyai pengetahuan (ilmu) atau pada ahlinya jika kamu tidak mengerti/tidak mengetahui.(QS.AN-Nahl 43)

TERBUKANYA MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA ANDA AKAN KEBERADAAN ALLAH. 
KESAKSIAN MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA ANDA KETIADAAN DIRI SELAIN WUJUDNYA. 
KESAKSIAN HAKIKI MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA ANDA BAHWA HANYA TUHAN YANG WUJUD, TIDAK TERLIHAT LAGI KEBERADAAN DAN WUJUD ANDA.

Tapi perlu di ketahui perbedaan kalangan sufi memaknai AKU itu sangat berbeda-beda , saya sendiri membenarkan apa di maksud tentang AKU (Akulah Allah) dengan melalui proses pemahaman yang melalui tingkat keilmuan dengan kebenaran hakiki sareat,tariqah, hakikat,ma’rifat . Dengan hakikat yang nyata dari allah azza wajalla. 
Itulah yang dimaksud pengenalan pada Tuhannya sehingga kita mengenal diri ,,artinya ia juga (Allah).. Tetapi tentang AKU (Aku Allah) pada setiap insan BUKANLAH ALLAH SWT (Sang Pencipta) tetapi AKU Allah hanyalah Ciptaan yaitu NURULLAH (ilmunya/kuasanya) artinya yang dimaksud baharu yaitu Hamba,dan semua yang namanya ciptaan adalah hamba Allah,, ‘’Tuhan tetaplah Tuhan dan Hamba tetaplah Hamba, bedakan itu dan jangan memutar balikkan, jauhkanlah dirimu dari pada kekufuran ,,Dia sendiri menciptakan di dalam dirinya sehingga kamu ada Artinya asalku dari kesatuan yang ada yang tidak berawal dan tidak berakhir ,tetapi adanya diriku karna aku diciptakan dengan satu kelahiran dan dengan akhir kematian..(hai’atul maknun) kalaupun kenyataan ia mengatakan AKU ini tanpa disadari ia mengatakannya maka itu rahasia allah atas hambanya ..wallahu a’lam

PENGAKUAN SUFI YANG TELAH MENCAPAI ALAM KETUHANAN

Ada seorang bertanya kepada Abu Yazid Al-Busthomi; "Bagaimana tuan habiskan masa pagimu?". 
Abu Yazid menjawab: "Diri saya telah hilang(fana) dalam mengenang Allah hingga saya tidak tahu malam dan siang". 
Satu ketika Abu Yazid telah ditanyai orang bagaimanakah kita boleh mencapai Allah. 
Beliau telah menjawab dengan katanya:"Buangkanlah diri kamu. Di situlah terletak jalan menuju Allah. Barangsiapa yang melenyapkan(fana) dirinya dalam Allah, maka didapati bahawa Allah itu segala-galanya".
Beliau pernah menceritakan sesuatu tentang fana ini dengan katanya; Apabila Allah memfanakan saya dan membawa saya baqa denganNya dan membuka hijab yang mendinding saya dengan Dia, maka saya pun dapat memandangNya dan ketika itu hancur leburlah panca inderaku dan tidak dapat berkata apa-apa. Hijab diriku tersingkap dan saya berada di keadaan itu beberapa lama tanpa pertolongan sebarang panca indera. Kemudian Allah kurniakan saya mata Ketuhanan dan telinga Ketuhanan dan saya dapat dapati segala-galanya adalah di dalam Dia juga.
" Al-Junaid Al-Bagdadi" yang menjadi Imam Tasauf kepada golongan Ahli Sunnah Wal-Jamaah pernah membicarakan tentang fana ini dengan kata-kata beliau seperti berikut: Kamu tidak mencapai baqa(kekal dengan Allah) sebelum melalui fana(hapus diri) Membuangkan segala-galanya kecuali Allah dan 'mematikan diri' ialah kesufian. 
Seorang itu tidak akan mencapai Cinta kepada Allah(mahabbah) hingga dia memfanakan dirinya.

TAHAP MENCAPAI ALAM KETUHANAN
Pertamanya mengerjakan amalan sholeh dengan menghilangkan semua- sifat-sifat yang tercela dan menetapkan dengan sifat-sifat yang terpuji yaitu Takhali dan Tahali. 

Keduanya meniadakan/menafikan segala sesuatu termasuk dirinya sehingga yang benar-benar wujud/isbat hanya Allah semata-mata dalam beribadat. Itulah artinya memfanakan diri. Para Nabi-nabi dan wali-wali seperti Sheikh Abu Qasim Al-Junaid, Abu Qadir Al-Jailani , Imam Al-Ghazali, Ab Yazid Al-Busthomi sering mengalami keadaan "fana" fillah dalam menemukan Allah. 
Misalnya Nabi Musa alaihisalam ketika ia sangat ingin melihat Allah maka baginda berkata yang kemudiannya dijawab oleh Allah Taala seperti berikut; "Ya Tuhan, bagaimanakah caranya supaya aku sampai kepada Mu? 
Tuhan berfirman: Tinggalkan dirimu/lenyapkan dirimu(fana), baru kamu kemari." Ada Wali-wali Allah yang telah mengalami FANA

Pada tahap ketiganya mata hati yang telah terbuka. Seseorang tidak lagi melihat dengan mata ilmu tetapi melihat dengan mata hati dan mata hati memandang itu dinamakan KASYAF. KASYAF MELAHIRKAN PENGENALAN ATAU MAKRIFAT. 

Seseorang yang berada di dalam maqam makrifat dan mendapat keyakinan melalui kasyaf dikatakan memperolehi keyakinan yang dinamakan AINUL YAQIN. Pada tahap AINUL YAQIN seseorang telah menceburkan diri di wilayah kegaiban segala sesuatu termasuk dirinya sendiri. Dan bisa mencapai ke alam KeTuhan.

Masalah Aku adalah Allah dari para sufi Oleh saifuddin ibnu abd hafid aliah ibnu k.h.djamaluddin aliah (kali barru )berkata :didalam penelitian dari ajaran syekh siti jenar .....perlu disadari bahwa setelah melihat penjabarannya atas ilmunya mendapatkn suatu kekeliruan yang dilakukan sebagaimana yang tertera dikitabnya di mana dari wajib dan diwajibkan dirubah ke-hal yang baru yang tak ada tuntunannya sebagai hamba allah dan umat muhammad rasulullah saw.....dari apa-apa yang telah diciptakan olehnya dengan merintis hal baru dengan mengganti sahadat dengan sahadat sesyahidan dengan pengakuan sendiri yang lagi bukan lagi umat muhammad dan hamba allah dia sendiri allah dan muhammad cahayanya,,,,..membuat hal baru atau mengubah bacaan alqur’an di dalam sholat dengan bacaan bacaan bukan berdasarkan alqur’an kecuali alfatihah.....sholat satu rakaat sesyahidan dengan bacaan sendiri..... Rasulullah bersabda;"barang siapa yang berbuat sesuatu yang baru dalam syariat ini yang tidak sesuai dengannya maka ia tertolak(HR.Bukhari dan Muslim).
Maka perlu kita kehati-hatian menyikapi dari apa maksud dari apa ilmu yang dilakukannya dengan pengetahuannya.....karena sebagai hamba dan umat Muhammad saw pastilah tak ingin bercerai berai dengannya....dan takut jatuh oleh kehancuran dari pada kekufuran(kecuali itu rahasia allah)wallahu a’lam...semoga allah merahmatinya..... 
Ini sangat jelas sudah jauh dari pada kebenaran dari rasulullah sebagai Hamba Allah swt ,maka bagi yang mengenai ajaran diatas perlu Hati-Hati dan jauhkan dari pada terjadi dosa yang sangat besar dengan kekufuran ..janganlah anda melakukan pekerjaan sesuatu yang jika itu sia-sia yang tak ada manfaatnya apalagi itu berunsur bi’dhah......sebagian dari pada itu baiklah untuk jadi pelajaran dan pengajaran dengan sesuatu yang bisa diterima dengan dalil akal dan mistikal berdasarkan alqur’an dan hadist dan kerohanian.. Mengenai pengakuan Ana al haq AKU (allah ) dari ajaran syekh siti jenar sangat bertentangan dengan syariat ahlulsunnah waljaamaah,,Tapi dari pada kalangan sufi ahlulsunnah waljamaah sebagian pemahaman ada pada itu, artinya BENAR adanya YA.

Nur Ilahi adalah cahaya yang menerangi hati dan mengeluarkannya dari kegelapan serta membawanya untuk menyaksikan sesuatu dalam keadaannya yang asli. Apabila cahaya Ilahi sudah membuka tirai dan cahaya terang telah bersinar maka mata hati dapat memandang kebenaran dan keaslian yang selama ini disembunyikan oleh alam nyata. Semakin terang cahaya Ilahi yang diterima oleh hati akan menambah jelas kebenaran yang dapat dilihatnya. Pengetahuan yang diperolehi melalui pandangan mata hati yang bersumber dari Cahaya Ilahi dinamakan ILMU LADUNI ATAU ILMU YANG DITERIMA DARI ALLAH SWT SECARA LANGSUNG. KEKUATAN ILMU YANG DIPEROLEHI BERGANTUNG KEPADA KEKUATAN HATI MENERIMA CAHAYA ILAHI. 


Para pejalan spiritual awal yang hatinya belum cukup bersih, maka cahaya Ilahi yang diperolehinya tidak begitu terang. Oleh itu ILMU LADUNI yang diperolehinya masih belum mencapai peringkat yang halus. Pada tahap ini hati terkadang masih mudah goyah dan sewaktu-waktu mengalami kekeliruan. Kadang-kadang hati masih cenderung menuju yang samar-samar dan abu-abu. Orang yang tataran spiritualnya pada peringkat ini memang perlu mendapatkan bimbingan dan penjelasan dari ahli makrifat yang ilmunya lebih tinggi. Apabila hatinya semakin bersih cahaya Ilahi semakin bersinar meneranginya dan dia mendapat ilmu yang lebih jelas. Lalu hatinya menghadap kepada yang lebih benar, sehinggalah dia menemui kebenaran hakiki. TERBUKANYA MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA ANDA AKAN KEBERADAAN ALLAH. KESAKSIAN MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA ANDA KETIADAAN DIRI SELAIN WUJUD NYA. KESAKSIAN HAKIKI MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA ANDA BAHWA HANYA TUHAN YANG WUJUD, TIDAK TERLIHAT LAGI KETIADAAN DAN WUJUD ANDA.