Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

Doa Hamba Allah

GOOGLE TRANSLATE....

Saturday, January 6, 2018

SAJAK : Hanyut Dalam Wajah Beningmu


Petualangan apapun bentuknya bisa disusun menjadi alur puisi atau sajak. Petualangan malam banyak acara misalnya bisa nge-drink sambil dugem, bisa balap liar, bisa kencan, bisa surfing alam maya, atau panggil makhluk halus diajak main-main, bisa kerja lembur cari uang tambahan. Jelasnya kalau mau buat puisi, sajak atau cerpen paling mood adalah masalah kencan atau masalah perasaan lainnya. Jadi jangan heran kalau petualangan malam banyak menyerempet ke dosa, ya karena kerjaan syaitan menggoda manusia, kalau malam syaitan sangat kreatif dan semangat. Menyulap mata manusia yang dosa kelihatan indah, yang dosa kelihatan menyenangkan. 



SAJAK  BERJUDUL :

Hanyut Dalam Wajah Beningmu

Berjalan sampai ke ujung malam
Tiada yang lebih terasa
Selain Angin dan tebalnya kabut malam menyapa

Malam di depanku
Dan bulan siaga sinari langkahku
Ku terus berjalan
Ku terus melangkah
Kuingin kau tahu, malam adalah panoramaku

Memandangi bulan saat menjelang malam
Berjalan di batas dua waktu
Tiada yang lebih semangat
Tiada yang lebih berkesan
Selain berpetualang malam

Teruskan perjalananku
Berhenti saat ingat wajah bening paras jelita
Gadis muda pemeras kejantanan
Bola matanya indah menggoda
Memberi  rayuan tentang kemesraan
Mata indah itu belum juga lelah berkali-kali menatapku
Bernyanyi dalam alam birahi
Bersenang dalam detik-detik dosa
Menatap tajam semakin dalam
Mengingatkan saat masa pertama kenalan

Bibir merah merona tanpa diucap
Peluh menetes tanpa keringat
Ku sentuh walau tangan tak meraba
Ku lihat kosong tapi ada sosok gadis muda
Tetes bening nyata bisa ku rasa
Ketika ku harus melangkah lagi
Pergi meninggalkan semua itu

Aku bukan malaikat
Yang senantiasa suci
Aku hanya sebuah tulang
Yang diselimuti sel-sel
Yang diciptakan sang Khalik
Aku ingin ini itu dan keinginan manusia tak selalu sama

Aku adalah pejalan takdir duniawi yang penuh godaan
Merenda mimpi demi yang hakiki
Tiada lidah bohongi nurani
Esok pagi harus kembali

SAJAK OLEH : SANG PECINTA MALAM